Minggu, 08 November 2015

Peran Mahasiswa Dalam Menghadapi Tantangan AEC (ASEAN Economic Community) 2015

Created By. Novita Lestari Payung
Jurusan Matematika dan Teknologi Informasi, Prodi Matematika
Institut Teknologi KalimantanBalikpapan, Kalimantan Timur
E-mail: lestarinovita35@yahoo.co.id, lestarinovitaaa@gmail.com

ABSTRAK

ASEAN Economic Community (AEC) merupakan pilar terjadinya integrasi ekonomi di ASEAN. Pemberlakuan AEC 2015 bertujuan untuk menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil, makmur, berdaya saing tinggi, dan secara ekonomi terintegrasi dengan regulasi efektif untuk perdagangan dan investasi, yang di dalamnya terdapat arus bebas lalu lintas barang, jasa, investasi, dan modal serta difasilitasinya kebebasan pergerakan pelaku usaha dan tenaga kerja. Untuk dapat menangkap keuntungan dari AEC 2015 tantangan yang dihadapi Indonesia adalah meningkatkan daya saing. faktor untuk meningkatkan daya saing, yang masih menjadi tantangan bagi Indonesia, yakni infrastruktur; biaya logistik; sumber daya manusia. Sebagai mahasiswa tentulah wajib ikut berperan serta dalam AEC 2015 ini. Melalui metedologi dalam paper ini yang menjadi tuntunan untuk tindakan nyata, diharapkan dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk menghadapi turut ikut serta menghadapi tantangan AEC yang akan datang. (Kata kunci: Integerasi, mahasiswa, tantangan)

1. Pendahuluan 

   ASEAN sebagai sebuah organisasi regional menyadari pentingnya suatu integrasi kawasan. Sejalan dengan hal tersebut, para wakil ASEAN membuat ASEAN Visions 2020 yang berdasar pada tiga pilar yaitu keamanan politik, ekonomi, dan sosial-budaya.Pada KTT ASEAN ke 9 di Bali pada tahun 2003 yang kemudian menghasilkan Bali Concord II, terjadi pembentukan ASEAN Community yang mana ASEAN Community ini merupakan sebuah upaya untuk mempererat integrasi ASEAN. Terdapat tiga komunitas dalam ASEAN Community yang sesuai dengan tiga pilar dari ASEAN Vision 2020, yaitu pada bidang keamanan politik (ASEAN Political-Security Community), ekonomi (ASEAN Economic Community), dan sosial budaya (ASEAN Socio-Culture Community).
  Dari ketiga komunitas yang telah terbentuk tersebut, penulis akan berfokus pada ASEAN Economic Community (AEC) yang merupakan pilar terjadinya integrasi ekonomi di ASEAN. AEC 2015 akan diarahkan kepada pembentukan sebuah integrasi ekonomi kawasan dengan mengurangi biaya transaksi perdagangan, memperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis, serta meningkatkan daya saing sektor UMKM. Pemberlakuan AEC 2015 bertujuan untuk menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil, makmur, berdaya saing tinggi, dan secara ekonomi terintegrasi dengan regulasi efektif untuk perdagangan dan investasi, yang di dalamnya terdapat arus bebas lalu lintas barang, jasa, investasi, dan modal serta difasilitasinya kebebasan pergerakan pelaku usaha dan tenaga kerja. ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi tinggi, dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan, dan e-commerce, ASEAN sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata dengan elemen pengembangan usaha kecil dan menengah, dan prakarsa integrasi ASEAN untuk negara-negara Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam, dan ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global dengan elemen pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, dan meningkatkan peran serta dalam jejaring produksi global.
  Untuk dapat menangkap keuntungan dari AEC 2015 tantangan yang dihadapi Indonesia adalah meningkatkan daya saing. Keikutsertaan mahasiswa Indonesia dalam AEC 2015 sangat penting dalam persaingan dengan negara lainnya. Peranan mahasiswa dalam AEC 2015 juga demi menaikan citra Bangsa Indonesia di antara negara-negara di Asia Tenggara.

2. Dasar Teori

   2.1 Pengertian AEC 2015 dan Tujuannya Asean Economic Community (AEC) merupakan kesepakatan yang dibangun oleh sepuluh negara anggota ASEAN. Terutama di bidang ekonomi dalam meningkatkan perekonomian di kawasan dengan meningkatkan daya saing di kancah internasional agar ekonomi bisa tumbuh merata, juga meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan yang paling utama adalah mengurangi kemiskinan. AEC merupakan realisasi dari Visi ASEAN 2020 yaitu untuk melakukan integrasi terhadap ekonomi negara-negara ASEAN dengan membentuk pasar tunggal dan basis produksi bersama.
   2.2 Tantangan AEC 2015 Untuk dapat menangkap keuntungan dari AEC 2015 tantangan yang dihadapi Indonesia adalah meningkatkan daya saing. Faktor faktor untuk meningkatkan daya saing, yang masih menjadi tantangan bagi Indonesia, yakni:
       2.2.1 Infrastruktur Berdasarkan The Global Competitiveness Report 2013/2014 yang dibuat oleh  World Economic Forum (WEF), daya saing Indonesia berada pada peringkat ke-38. Sementara itu kualitas infrastruktur Indonesia menempati peringkat ke-82 dari 148 negara atau berada pada peringkat ke-5 diantara negara-negara inti ASEAN. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur Indonesia masih jauh tertinggal.
        2.2.2 Biaya Logistik Dampak dari rendahnya infrastruktur berpengaruh pada semakin mahalnya biaya logistik di Indonesia. Perdagangan menjadi kurang efisien mengingat biaya logistik yang mahal dibandingkan negara anggota ASEAN lainnya, yang dibebankan sebesar 14,08%, jika dibandingkan dengan biaya logistik yang wajar sebesar 7%.
     2.2.3 Sumber Daya Manusia Bonus demografi yang dimiliki Indonesia, tidak akan memberikan keuntungan apa pun tanpa adanya perbaikan kualitas SDM. Data dari ASEAN Productivity Organization (APO) menunjukkan dari 1000 tenaga kerja Indonesia hanya ada sekitar 4,3% yang terampil, sedangkan Filipina 8,3%, Malaysia 32,6%, dan Singapura 34,7%.
  2.3 Pengertian Mahasiswa Mahasiswa,menurut KBBI pengertian mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, secara adminitrasi mereka terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi. Tapi pengertian itu tidak hanya sebatas itu, Mahasiswa itu mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar terdaftar secara administrasi.

 3. Metedologi 

    Berdasarkan dasar teori di atas, sebagai mahasiswa dengan menyandang perannya diperlukan konstribusi nyata dalam turut membantu Bangsa Indonesia pada AEC 2015. Adapun yang dapat dilakukan mahasiswa jelang menghadapi AEC pada Desember 2015, yaitu
    3.1 Membekali diri sebagai mahasiswa dengan pengetahuan dan informasi mengenai AEC. Pembekalan itu dapat diperoleh dari internet lewat pencarian Google, website resmi ASEAN, blog-blog, jurnal, makalah, dan sumber media online lainnya; membaca media cetak seperti koran; menonton berita di televisi; dan mengikuti seminar tentang sosialisasi AEC.
    3.2 Mempersiapkan diri sendiri menghadapi pasar bebas ASEAN dalam bidang jasa. Setiap bidang ilmu harus meningkatkan kualitas keilmuannya, serta menguasai bahasa internasional dengan baik.
   3.3 Mahasiswa harus harus aktif melakukan sosialisasi pada masyarakat mengenai AEC, karena banyak masyarakat tahu tapi tidak mengerti dan bahkan tidak tahu sama sekali.
   3.4 Update berita - berita menyangkut ekonomi terkini baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

4. Pembahasan 

   Hal yang harus menjadi fokus utama mahasiswa adalah terbukanya kesempatan kerja seluas-luasnya bagi warga negara ASEAN. Para warga negara dapat keluar dan masuk dari satu negara ke negara lain mendapatkan pekerjaan tanpa adanya hambatandi negara yang dituju. Pembahasan tenaga kerja dalam AEC Blueprint tersebut dibatasi pada pengaturan khusus tenaga kerja terampil (skilled labour) dan tidak terdapat pembahasan mengenai tenaga kerja tidak terampil (unskilled labour). Walaupun definisi skilled labour dapat diartikan sebagai pekerja yan mempunyai keterampilan atau keahlian khusus, pengetahuan, atau kemapuan dibidangnya, yang bisa berasal dari lulusan perguruan tinggi, akademisi atau sekolah teknik ataupun dari pengalaman kerja.
  Sehubungan dengan mahasiswa yang dianggap memiliki intelektualitas tinggi yang digunakannya bukan hanya bidang akademik akan tetapi dalam bidang sosial kemasyarakatan. Mahasiswa sebagai agent of change diharapkan dapat membawa bangsa Imdonesia kedepan lebih baik lagi. Mahasiswa adalah golongan muda yang harus mampu membawa Indonesia menuju cita-cita bangsa. Mahasiswa sebagai intelektual muda dan aset utama bangsa ini untuk melangkah jauh ke depan. Oleh sebab itu, sebagai mahasiswa tentulah wajib ikut berperan serta dalam AEC 2015 ini. Melalui metedologi yang menjadi tuntunan untuk tindakan nyata, diharapkan dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk menghadapi tantangan AEC yang akan datang. Dalam metedologi di atas, tantangan yang dihadapi Indonesia adalah sumber daya manusia yang kualitasnya masih kurang dibanding dengan beberapa anggota negara ASEAN.

5. Simpulan 

   ASEAN Visions 2020 yang berdasar pada tiga pilar, salah satu pilar tersebut yaitu ekonomi yang akan terealisasikan dalam Asean Economic Community (AEC). AEC bertujuan untuk menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil, makmur, berdaya saing tinggi, dan secara ekonomi terintegrasi dengan regulasi efektif untuk perdagangan dan investasi, yang di dalamnya terdapat arus bebas lalu lintas barang, jasa, investasi, dan modal serta difasilitasinya kebebasan pergerakan pelaku usaha dan tenaga kerja. Untuk dapat menangkap keuntungan dari AEC 2015 tantangan yang dihadapi Indonesia adalah meningkatkan daya saing. Faktor-faktor untuk meningkatkan daya saing, yang masih menjadi tantangan bagi Indonesia, yakni infrastruktur; biaya logistik; sumber daya manusia. Sebagai mahasiswa tentulah wajib ikut berperan serta dalam AEC 2015 ini. Adapun yang dapat dilakukan mahasiswa jelang menghadapi AEC pada Desember 2015, yaitu membekali diri sebagai mahasiswa dengan pengetahuan dan informasi mengenai AEC; mempersiapkan diri sendiri menghadapi pasar bebas ASEAN dalam bidang jasa; aktif melakukan sosialisasi pada masyarakat mengenai AEC; update berita - berita menyangkut ekonomi terkini baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sehubungan dengan mahasiswa yang dianggap memiliki intelektualitas tinggi yang digunakannya bukan hanya bidang akademik akan tetapi dalam bidang sosial kemasyarakatan.

Daftar Pustaka 


Prihandandini, Ratna Desi. 2014. Pengaruh Asean Economic Community Terhadap Staregi Akuisisi Yang
Dilakukan Maybank Ke BII. http://journal.unair.ac.id/filerPD/Jurnal%20Skripsi%20Ratna%20Desi%20Prihandini.docx(diakses pada ‎25 ‎September ‎2015, pukul ‏‎06:53)

Prasetia, Adi Dwi. 2014. Negara-Negara Di Asia Tenggara Tidak Lama Lagi Akan Menemui Babak Baru Yaitu Diterapkannya Asean Economic Community Per 31 Desember2015, Sudah Siapkah Indonesia?. http://ekonomi.inilah.com/read/detail/207344/menyongsong-aec-2015-sudah-siapkah-kita#sthash.URgISK6A.dpuf (diakses pada ‎25 ‎September ‎2015, pukul ‏‎07.25)

Peluang dan Tantangan Indonesia Pada ASEAN Economic Community 2015 (2014) http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content task=view&id=7911 (diakses pada 25 ‎September ‎2015, pukul ‏‎07.48)

Tamimy, Muhamad Fadhol. 2015. Kontribusi Mahasiswa Terhadap Bangsa dalam Menghadapi Asean Economi Comunity (Aec) Melalui Pendidikan http://www.kompasiana.com/www.fadrieltamimy.blogspot.com/kontribusi-mahasiswa-terhadap-bangsa-dalam-menghadapi asean-economi-comunity-aec-melalui-pendidikan_54f8a12aa33311120a8b4722 (diakses pada ‎25 ‎September ‎2015, pukul ‏‎07.57)

Citrajoni. Peran Mahasiswa Dalam Asean Economic Community. http://www.kompasiana.com/citrajoni/peran-mahasiswa-dalam-asean economic-community_54f3f4867455137d2b6c8368 (diakses pada ‎25 ‎September ‎2015, pukul ‏‎08.26)